Mar 31st 2025, 13:23, by Gitario Vista Inasis, kumparanTRAVEL
Ilustrasi pesawat terbang. Foto: Shutterstock
Insiden penumpang yang meninggal dunia di tengah-tengah penerbangan bukanlah hal yang pertama kali terjadi. Menilik ke belakang, seorang penumpang meninggal dan puluhan lainnya cedera, ketika pesawat Singapore Airlines SQ 321 dari London menuju Singapura mengalami turbulensi buruk.
Tak hanya itu, baru-baru ini seorang penumpanv Qatar Airways juga dilaporkan meninggal dunia, setelah sebelumnya sakit dan tiba-tiba ambruk dari kursinya. Insiden itu terjadi pada penerbangan dari Melbourne ke Doha, Qatar.
Stiker berbentuk segitiga yang ada di pesawat. Foto: Shutter Stock
Kedua pasangan yang duduk berada tidak jauh dari wanita tersebut, yaitu Jennifer Colin dan Mitchell Ring mengaku trauma, karena harus duduk bersebelahan dengan jenazah wanita tersebut selama berjam-jam.
Ring mengatakan jenazah wanita itu tadinya akan dipindahkan ke kursi kelas bisnis yang masih kosong, hanya saja awak kabin tidak bisa memindahkan jasad wanita tersebut, karena ukuran tubuhnya yang cukup besar.
"Sayangnya, wanita itu tidak dapat diselamatkan, yang cukup menyedihkan untuk ditonton," kata Ring, kepada media Australia, nine.com.au.
Pesawat Qatar Airways. Foto: Shutterstock
"Mereka mencoba mendorongnya ke kelas bisnis, tetapi dia adalah wanita yang cukup besar dan mereka tidak dapat membawanya melewati lorong," ujarnya.
Awak kabin Qatar Airways meminta kedua pasangan tersebut untuk berpindah satu kursi lain dan menempatkan jasad penumpang tersebut di kursi yang menjadi miliknya. Sementara itu, awak kabin menutupi jasad tersebut dengan selimut.
Meski demikian, kedua pasangan tersebut merasa keberatan, karena jasad perempuan yang meninggal dunia ditempatkan tak jauh dari mereka.
Qatar Airways mengatakan bahwa pihaknya disebut telah menjalankan protokol yang berlaku.
"Penumpang ditempatkan di kursi lain, dan seorang awak pesawat selalu duduk bersama penumpang yang meninggal selama penerbangan hingga mendarat di Doha," kata juru bicara Qatar Airways, kepada Travel and Leisure.
"Kami telah menghubungi keluarga almarhum, serta penumpang lain yang secara langsung terdampak oleh situasi sulit ini dan telah menawarkan dukungan emosional dan kompensasi," lanjutnya.
Ilustrasi penumpang mengambil barang dari kabin penyimpanan saat hendak keluar pesawat Foto: Shutter Stock
Pihak maskapai menambahkan bahwa tragedi itu merupakan hal yang tidak terduga, dan awak pesawat telah dilatih untuk menangani situasi tersebut dengan prosedur seharusnya.
"Setelah peninjauan internal, jelas bahwa awak kabin Qatar Airways bertindak cepat, tepat, dan profesional setiap saat sesuai dengan pelatihan dan praktik standar industri," ujar juru bicara Qatar Airways.
Meski demikian, muncul pertanyaan, seperti apakah prosedur jika ada seseorang yang meninggal di tengah-tengah penerbangan? Apakah penumpang itu ditempatkan dengan penumpang lainnya, seperti yang dialami pasangan tersebut? Ini penjelasannya.
Jika Ada Penumpang Meninggal
Ilustrasi kabin pesawat kosong tanpa penumpang. Foto: EricGehman/Shutterstock
Para ahli penerbangan mengatakan bahwa kematian dalam penerbangan bukanlah hal yang umum.
Meski begitu, Kepala Firma Komunikasi maskapai Juliett Alpha, Mike Arnot, mengatakan bahwa Qatar Airways harusnya tetap memperhatikan kenyamanan penumpang pesawat.
"Tidak ada hasil yang baik dalam skenario ini bagi maskapai atau pelanggannya," kata Arnot.
Insiden penumpang yang meninggal dalam pesawat memang jarang terjadi, bisa dibilang sekitar satu per 8 juta penumpang. Namun, keadaan darurat medis, termasuk overdosis, masalah jantung, hingga kejang lebih umum terjadi.
Ilustrasi penumpang pesawat. Foto: Shutterstock
Bahkan dalam penerbangan, kelahiran lebih jarang terjadi daripada kematian dalam penerbangan.
Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), misalnya, memiliki panduan khusus bagi maskapai penerbangan untuk diikuti jika terjadi kematian di dalam pesawat.
Awak pesawat pertama-tama disarankan untuk segera memberi tahu kapten tentang orang yang telah dinyatakan meninggal, atau diduga meninggal.
Setelah pemberitahuan tersebut, anggota awak diinstruksikan untuk memindahkan orang yang meninggal ke kursi yang tersedia.
Ilustrasi penumpang pesawat mendengarkan musik saat terbang. Foto: Shutterstock
Urutan khusus lokasi kursi adalah pertama-tama mencari kursi yang jauh dari semua penumpang, dan jika pesawat penuh, penumpang harus dipindahkan kembali ke kursi semula.
"Berhati-hatilah saat memindahkan orang tersebut dan waspadai kesulitan situasi bagi pendamping dan penonton," kata panduan IATA.
Panduan IATA juga menyebutkan untuk menutupi orang yang meninggal dengan selimut, seperti yang dilakukan oleh awak kabin Qatar Airways.
Dari perspektif hak penumpang, hanya ada sedikit dokumentasi tentang apa yang dapat diharapkan oleh mereka yang berada dalam penerbangan.
Menurut panduan IATA, dalam beberapa keadaan pada penerbangan penuh, penumpang yang meninggal dapat dipindahkan kembali ke kursi semula.
Di Amerika Serikat, maskapai penerbangan tidak memiliki protokol khusus yang melarang penumpang yang meninggal untuk duduk di sebelah penumpang lain.
Misalnya, American Airlines memiliki syarat dan ketentuan dalam operasional penerbangannya, yang menguraikan kejadian-kejadian di luar kendali mereka dengan alasan "force majeure."
"Jika tiket Anda masih memiliki nilai (jika Anda, misalnya, dipindahkan ke kelas layanan yang berbeda), kami akan mengembalikan bagian yang tidak terpakai ke bentuk pembayaran awal, tetapi di luar itu kami tidak bertanggung jawab," ungkap American Airlines di situs resminya.
Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (21/1/2025). Foto: Jim Watson/AFP Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif sebesar 25 persen untuk sektor otomotif. Aturan tersebut bakal diterapkan ke semua mobil impor yang masuk ke Amerika Serikat. "Apa yang akan kami lakukan adalah mengenakan tarif 25 persen untuk semua mobil yang tidak dirakit di Amerika Serikat," kata Trump di Gedung Putih dikutip dari Carscoops. Kebijakan ini rencananya akan diterapkan pada 3 April 2025. Trump melihat penetapan tarif ini sebagai langkah untuk meningkatkan pendapatan di AS. Dalam pidatonya Trump mengatakan langkah tersebut akan memacu pertumbuhan dan mendatangkan kembali lapangan pekerjaan otomotif yang telah tumbuh di negara lain. Ilustrasi mobil listrik di Amerika Serikat. Foto: Shutterstock Ia juga menyampaikan bahwa konsumen akan memiliki pilihan untuk membeli kendaraan berba...
kumparan - #kumparanAdalahJawaban Berita Populer: Tarif Mobil Impor Trump; Produksi Lokal Chery Tiggo 8 CSH Mar 31st 2025, 08:00, by Sena Pratama, kumparanOTO Presiden AS Donald Trump melakukan tanda tangan perintah esekutif di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (20/3/2025). Foto: Mandel Ngan/AFP Informasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan kenaikan tarif mobil impor sebesar 25 persen menjadi salah...
kumparan - #kumparanAdalahJawaban Mobil Listrik Xiaomi SU7 Raih 5 Bintang Uji Tabrak China NCAP Mar 31st 2025, 09:00, by Fitra Andrianto, kumparanOTO Mobil listrik pertama Xiaomi SU7 resmi debut di China. Foto: Xiaomi Sedan listrik Xiaomi SU7 mengantongi lima bintang usai melakoni uji keselamatan dan uji tabrak dari China New Car Assessment Programme ( C-NCAP ) di China. SU7 mulai dipasarkan di China sejak tahun 2023. Disitat dari Car...
Komentar
Posting Komentar